Optimasi Website WordPress Dengan Mudah 2021

Optimasi Website WordPress Dengan Mudah 2021

Dalam Postingan ini akan dijelaskan langkah mempercepat loading web WordPress. Dari hasil riset menyatakan bahwa banyak orang jadi tidak sabar jikalau sudah berurusan dengan website. Lebih kurang 25% pengunjung keluar dari halaman web jikalau web tidak terload dalam 4 detik atau kurang dari 4 detik.

Hal ini memang sudah jadi konsekuensi jikalau web tidak ter-load dengan cepat. Untungnya, masalah layaknya ini bisa diatasi. Jika Anda bisa kurangi loading time ke 2,9 detik, maka web Anda bisa jadi web yang paling cepat dibandingkan web lainnya. Di tutorial ini, kami akan menyatakan langkah mempercepat loading web WordPress yang tidak susah untuk Anda terapkan.
Akses admin Area WordPress anda

Sebelum mengawali tutorial langkah mempercepat loading web WordPress, Anda lebih-lebih dahulu menggakses halamanan admin wordpress Anda. Berikut ini langkah-langkahnya :

WordPress Login

Akses ke alamat URL admin WordPress Anda (Contoh : https:// domainanda.com/wp-admin)
Masukan ‘username’ atau ‘alamat email’
Masukkan ‘Password’ WordPress Anda
Kemudian tekan ‘Log In’

Lihat Juga : Tutorial Kelas Online dengan Zoom Meeting

Tes Kecepatan WordPress

Ada banyak sekali tool berfaedah yang memampukan Anda untuk mengukur performa situs. Diantaranya dengan manfaatkan tool GTmetrix dan Pingdom. Tutorial ini memuat tips-tips yang berkaiatan dengan peningkatan kecepatan dengan mengombinasikan Google Page Speed Insights dan YSlow results.

Gunakan GTmetrix sebagai tidak benar satu langkah mempercepat loading web WordPress
Hapus Plugin dan Tema yang Tidak Dibutuhkan

Mendownload banyak tema untuk WordPress memang sah-sah saja, namun ujung – ujungnya kami cuma manfaatkan satu tema spesifik saja. Anda bisa pilih tema yang akan digunakan untuk web anda dan menyisakan satu tema cadangan jikalau tema utama mengalami error.

Baca Juga : Cara Menggapus Tema WordPress

Banyaknya plugin, lebih-lebih plugin yang tidak terpakai lagi, cuma akan mengganggu performa WordPress. Umumnya, perihal pertama yang harus Anda laksanakan adalah menghapus atau setidaknya me nonaktifkan plugin yang tidak dibutuhkan saat mengoptimasi WordPress. Idealnya, web Anda cuma perlu plugin yang mempengaruhi kinerja.
Minify CSS, HTML, dan JavaScript

Minify adalah tidak benar satu teknik yang berfaedah jikalau Anda hendak meningkatkan performa website. Teknik ini akan memperkecil ukuran file front-end dan script (HTML, CSS, JS) dengan langkah menghapus karakter yang tidak terkait, layaknya space dan komentar, dari file-file tersebut.

Plugin yang bisa membantu Anda laksanakan sistem minify terhitung Autoptimize dan W3 Total Cache. Jika Anda inginkan paham lebih paham langkah meningkatkan performa web dengan minify file, cek tutorial ini.

Minify CSS, JS dan HTML untuk meningkatkan kecepatan WordPress
Aktifkan Gzip Compression sebagai langkah mempercepat loading website

Di samping laksanakan minify file, Anda terhitung bisa manfaatkan form terpisah dari compression, yakni Gzip compression. Intinya, kapan pun seseorang mengunjungi web Anda, resource (file) dari server akan diambil. Semakin besar resource, maka makin banyak pula saat yang dibutuhkan untuk load resource di client end. Dengan mengaktifkan Gzip compression, Anda bisa memperkecil ukuran resource selanjutnya secara substansial. Langkah ini bisa mempercepat loading WordPress.

Baca Juga : Cara menginstal Pluggin WordPress

Untuk mengecek apakah web Anda sudah mengaktifkan Gzip compression, manfaatkan checkgzipcompression.com. Jika belum diaktifkan, maka edit file .htaccess dan tambahkan code selanjutnya ini:

<IfModule mod_deflate.c>
AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
AddOutputFilterByType DEFLATE text/x-icon
AddOutputFilterByType DEFLATE text/svg+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject
AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf
AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype
# For Older Browsers Which Can’t Handle Compression
BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html
BrowserMatch ^Mozilla/4\.0[678] no-gzip
BrowserMatch \bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html
</IfModule>

Bacalah tutorial kami yang sediakan Info mengenai langkah mengaktifkan Gzip compression di server Anda. Plugin, layaknya WP-Rocket, bisa mengaktifkan Gzip compression secara otomatis di web Anda.
Optimasi Gambar sebagai langkah mempercepat Loading Website

Sifat gambar yang tidak bergerak dan cenderung statis seringkali tida dipermasalahkan oleh pemilik website. Namun, tahukah Anda bahwa gambar beresolusi tinggi bisa memicu masalah terhadap bandwidth? Maka, yang harus Anda laksanakan adalah mengecek ukuran gambar-gambar yang dipakai. Hal ini bukan artinya Anda tidak boleh Mengenakan gambar beresolusi tinggi dan cuma diperkenankan Mengenakan gambar berukuran lebih kecil dan terlihat kabur. Ada banyak metode atau langkah untuk mengoptimasi gambar di web Anda. Plugin WordPress, layaknya Smush Image Compression plus Optimization tawarkan langkah ringan untuk meningkatkan kecepatan tanpa harus mengorbankan mutu gambar. Jika inginkan paham lebih banyak mengenai optimasi gambar WordPress, bacalah tutorial kami.

Mengoptimasi Gambar untuk Menaikkan Kecepatan WordPress
Bagi Konten yang Panjang jadi Beberapa Halaman

Kata kunci lain yang bisa saja akan Anda temukan saat melacak langkah mempercepat loading web WordPress adalah pagination. Pagination mengacu terhadap teknik membagi-bagi dan juga memperpendek konten yang lebih panjang. Bagian yang pendek ini kemudian akan ditampilkan satu per satu sebagai halaman terpisah.

Umumnya pagination digunakan untuk menampung komentar sebab meloading ribuan komentar secara serentak bisa memicu kemacetan terhadap bandwidth. Anda bisa mengaktifkan pagination dengan ringan terhadap bagian komentar di WordPress – arahkan kursor Anda di Settings dan buka Discussions. Di bagian ini, Anda bisa pilih kuantitas maksimum komentar per halaman. Sangat dianjurkan untuk manfaatkan pendekatan yang seimbang. Komentar yang amat banyak di satu halaman amat tidak diinginkan sebab pengguna tidak inginkan senantiasa mengklik untuk mengunjungi halaman selanjutnya.

Membagi-bagi komentar jadi beberapa halaman

Di samping digunakan untuk kolom komentar, pagination terhitung bisa membantu Anda membagi post/halaman ke dalam beberapa halaman web secara terpisah. Teknik ini amat berfaedah untuk post yang amat panjang sebab kecil bisa saja pengguna akan jadi bingung saat pertama kali mengunjungi web Anda. Pagination yang dilaksanakan terhadap post bisa diaktifkan dengan memberi tambahan <!-nextpage-> ke dalam versi post. Secara otomatis, WordPress akan mendeteksi dan mengaktifkannya untuk Anda.
Upgrade Versi PHP Untuk Mempercepat Loading Website

Tidak banyak orang yang paham siasat ini. Namun, siasat ini merupakan tidak benar satu langkah mempercepat loading web WordPress yang memadai ampuh. Rupanya bermigrasi dari PHP 5 ke PHP 7 dengan langkah Anda sendiri memadai mengkhawatirkan. Namun, dengan begitu, Anda bisa melacak langkah lain untuk melakukannya. Performa WordPress bisa ditingkatkan dengan segi 2 terhadap PHP 7 dibandingkan PHP 5; PHP 7 bisa produksi 112% lebih request/detik daripada PHP 5. Bahkan, WordPress pun menuai fungsi dari optimasi memori PHP 7 yang menghasilkan kenaikan performa 30-50%. Karena itulah, PHP 7 diatur sebagai versi default PHP di semua sarana shared hosting, bahkan kami pun tawarkan Kecepatan Optimasi WordPress 5X.

Cara mempercepat loading Website

Akan tetapi, satu perihal yang harus Anda ingat adalah PHP 7 tidak memiliki kekuatan untuk backward compatibility. Hal ini artinya Anda tidak akan bisa manfaatkan plugin dan tema tertentu, terhitung tema dan plugin yang berfaedah dengan amat baik di PHP 5. Untuk mengecek apakah web Anda saat ini memiliki plugin/tema semacam ini, manfaatkan PHP Compatibility Checker untuk WordPress.
Gunakan Caching Plugin untuk mempercepat loading Website

Caching merupakan mekanisme yang amat baik untuk offload beberapa beban di server web. Pada dasarnya caching engine menyimpan Info yang kerap kali digunakan di sistem client (browser, memori) agar browser tidak harus menyita Info secara berulang-ulang dari server. Sebagian besar caching bisa meningkatkan performa situs. Oleh sebab itu, caching dikenal sebagai tidak benar satu teknik terkemuka untuk sesuaikan performa WordPress.

Banyaknya plugin menarik yang tersedia untuk WordPress mengaktifkan berbagai macam caching, terhitung WP-Rocket dan W3 Total Cache. Bacalah terhitung tutorial kami mengenai langkah manfaatkan WP Super Cache untuk mengaktifkan caching di web WordPress Anda.
Gunakan Content Delivery Network (CDN)

Karena saat ini internet sudah begitu cepat, terkadang kami lupa jikalau halaman web dibuat oleh perangkat keras bersifat fisik yang letaknya jauh dari wilayah Anda. Dan terkadang jarak jadi masalah besar terhadap saat respons. Kebanyakan web menyelesaikan masalah semacam ini manfaatkan Content Delivery Networks (CDN).

Saat Anda mengaktifkan CDN di website, browser milik klien tidak kembali terima tiap tiap halaman dari server web, alih-alih beberapa halaman statis terpaksa di letakkan di knowledge center yang berdekatan dengan wilayah klien. Langkah ini kurangi kuantitas keseluruhan request yang ditangani oleh server web sebagai hasil dari peningkatan performa WordPress.

Banyak opsi tersedia untuk pilih CDN. Opsi yang paling tenar terhitung Cloudflare dan MaxCDN. Bacalah terhitung tutorial kami mengenai pembuatan Cloudflare di web WordPress Anda.