Virus Corona Bisa Terlihat Di Superkomputer 2020

Virus Corona Bisa Terlihat Di Superkomputer 2020

Sepanjang endemi Covid- 19, supercomputer tercepat di bumi, Fugaku, dipergunakan buat menolong para periset Jepang dalam mengatasi penyebaran virus corona.

Baru- baru ini, para periset dari Universitas Kobe yang bertugas serupa dengan badan riset Riken memakai Fugaku buat melaksanakan imitasi penyebaran dalam suatu skrip. Skrip itu terbuat bagaikan imitasi buat meyakinkan gimana posisi tempat bersandar di restoran bisa mempengaruhi cara penjangkitan Covid- 19.

Pada riset kali ini, para periset memprogram Fugaku buat mendemonstrasikan segerombol subyek yang seakan lagi makan di sesuatu restoran. Subyek terdiri dari 4 orang serta diposisikan buat bersandar di sesuatu meja makan yang serupa. Di antara keempat orang itu, salah satunya ditafsirkan sudah terhampar virus corona.

Imitasi dijalani buat menampilkan penyebaran elemen aerosol serta droplet dikala 4 orang bersandar di meja makan serta berdialog tanpa memakai masker.

Imitasi yang dijalani oleh Fugaku mempraktikkan 3 situasi yang berlainan, ialah kala seorang lagi bersandar dalam posisi berdampingan, berhadapan, serta bersandar dalam posisi memalang( diagonal). Pada skrip awal, subyek yang sudah terhampar virus berdialog dengan seorang yang bersandar di seberangnya.

Dalam situasi itu, periset menciptakan kalau terdapat 5 persen dari elemen droplet yang hendak menabur serta melekat ke rival ucapan. Skrip kedua dijalani dengan situasi subyek berdialog dengan orang yang bersandar dalam posisi diagonal.

Elemen droplet yang terserang ke rival cuma seperempat dari droplet skrip awal. Sedangkan di skrip ketiga, subyek berpaling ke sisi buat berdialog dengan kawan di sebelahnya. Hasilnya, orang itu hendak terhampar 5 kali lebih banyak dari jumlah droplet yang diperoleh dari skrip awal.